PENGARUH PENAMBAHAN MORTAR BUSA TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG LUNAK
DOI:
https://doi.org/10.51135/5z8zdd95Keywords:
Mortar busa, Tanah lempung, CBRAbstract
Tanah lempung lunak, yang memiliki daya dukung rendah dan cenderung plastis, mudah mengalami perubahan bentuk atau deformasi ketika terkena beban, terutama di lingkungan yang lembab. Sebagai material dasar yang memiliki fungsi yang penting sebagai dasar di mana suatu konstruksi akan dibangun, medan dengan kapasitas menahan beban yang buruk memiliki resiko yang besar terhadap keruntuhan disebabkan kurangnya kemampuan untuk menopang beban konstruksi di atasnya. Dalam penelitian ini mencoba untuk menganalisis pengaruh penambahan mortar busa yang berfungsi meningkatkan nilai California Bearing Ratio (CBR) pada tanah lempung lunak.
Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan sampel Tanah lempung dari di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, serta variasi campuran untuk mortar busa sebesar 10%, 15%, 20%, 25%. Untuk memantau perubahan yang terjadi setelah penambahan mortar busa, sampel akan diuji ulang di Laboratorium untuk indeks sifat dan indeks mekanik. Dalam penelitian ini dihasilkan nilai CBR pada tanah asli sebesar 4,78%. Dengan adanya penambahan campuran mortar busa nilai CBR menjadi meningkat dengan nilai CBR 16% yang termasuk dalam kategori tanah sedang (7% - 20%). Maka dari itu pencampuran mortar busa dapat meningkatkan daya dukung tanah lempung lunak.
Downloads
References
Ahmad Hamidi, Randhi Saily, M Arif Hidayat. (2022). Pengaruh Sifat Karakteristik Mortar Busa dengan Penambahan Additive. Sainstek.
American Association of State Highway and Transportation Official (AASHTO). (1945).
Andi Susilowati, Fawwaz Nabhan. (2021). Pengaruh Variasi Faktor Air Semen Terhadap Mortar Busa. Journal of Applied Civil and Environmental Engineering.
Begeman. (1965). Konsistensi Tanah.
Bowles, J. E. (1987). Physical and Geotechnical Properties of Soils.
Bowles, J. E. (1994). Foundation Analysis and Design.
Coduto, D. P. (1994). Foundation Design: Principles and Practices.
Das, B. M. (1985). Principles of Geotechnical Engineering.
Das, B. M. (1993). Soil Mechanics.
Das, B. M. (1995). Advanced Soil Mechanics.
Deni Hidayat, Yusep Muslih Purwana, Florentina Pungky Pramesti. (2016). Analisis Material Ringan dengan Mortar Busa pada Konstruksi Timbunan Jalan. Prosiding Semnastek.
Hardiyatmo, H. C. (1992). Mekanika Tanah 1.
Hardiyatmo, H. C. (2002). Mekanika Tanah 2.
Muhammad Irfan Alfaros, Zaidan Kamil. Perbaikan Tanah Lempung Lunak dengan Penambahan Fly Ash dan Bottom Ash. Laporan Tugas Akhir.
Sipilpedia. (2017). Mortar Busa sebagai Material Timbunan Ringan.
SNI 03-1964-2008. Metode Pengujian Berat Jenis Tanah.
SNI 03-1967-2008. Metode Pengujian Batas Atterberg.
SNI 03-3420-2016. Metode Pengujian Kuat Geser Tanah dengan Alat Geser Langsung (Direct Shear Test).
SNI 03-3423-2008. Metode Pengujian Analisis Ukuran Butiran Tanah dengan Hidrometer.
SNI 03-3637-1994. Metode Pengujian Berat Isi Tanah.
SNI 1742-2008. Metode Pengujian Proctor Standard.
SNI 1743-2008. Metode Pengujian Proctor Modified.
SNI 1744-2012. Metode Pengujian CBR Laboratorium.
Ulfa Jusi. Perilaku Tanah Lunak Pada Subgrade Jalan dengan Timbunan Mortar Busa. Disertasi S3.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nicholas Renda Saputra, Walid Ridho Valentino

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









