STUDI BESARAN MEKANIS BETON SCC YANG MENGANDUNG SERAT POLYPROPILENE
DOI:
https://doi.org/10.51135/f0c86d89Keywords:
Serat Polypropylene, Consol SS-8, kuat tekan, kuat lentur, kuat tarik belahAbstract
Beton merupakan salah satu material utama dalam konstruksi, yang umumnya dibuat dari campuran semen, agregat kasar, agregat halus, air, serta bahan aditif bila diperlukan. Beton normal, sebagai jenis yang paling umum digunakan, terus mengalami perkembangan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan konstruksi modern. Salah satu terobosan penting di bidang ini adalah hadirnya Self Compacting Concrete (SCC), yaitu beton yang mampu memadat secara mandiri tanpa bantuan getaran eksternal. Penelitian ini mempelajari sifat mekanik SCC dengan penambahan serat polypropylene dan aditif Consol SS-8. Penambahan serat bertujuan utama untuk memperbaiki kekuatan tarik, meningkatkan daktilitas, serta memperkuat ketahanan beton terhadap retak. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental, meliputi pengujian pada benda uji silinder berukuran 150 × 300 mm untuk kuat tekan dan kuat tarik belah, serta benda uji prisma berukuran 150 × 150 × 600 mm untuk kuat lentur. Seluruh pengujian dilaksanakan di fasilitas Batching Plant Kembar Jaya Mandiri Mulya. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan serat polypropylene berpengaruh nyata terhadap sifat alir dan stabilitas beton segar. Penggunaan serat polypropylene sebanyak 455 gram menghasilkan keseimbangan terbaik antara stabilitas, kemampuan mengalir, dan kesesuaian dengan standar uji. Sementara itu, peningkatan dosis hingga 910 gram cenderung menurunkan performa alir beton, sebagaimana terlihat pada hasil uji slump flow, L-box, dan V-funnel, yang menunjukkan bahwa kelebihan serat dapat menghambat kelancaran aliran beton.
Downloads
References
[1] ACI Committee 544. (1982). State-of-the-Art Report on Fiber Reinforced Concrete. American Concrete Institute.
[2] EFNARC. (2002). Specifications and Guidelines for Self-Compacting Concrete.
[3] European Federation for Specialist Construction Chemicals and Concrete Systems.
[4] Johnston, C. D. (2001). Fiber-Reinforced Cements and Concretes. Gordon and Breach Science Publishers.
[5] Johnston, C. D. (2001). Fiber-Reinforced Cements and Concretes. Gordon and Breach Science Publishers.
[6] Nataraja, M. C., Dhang, N., & Gupta, A. P. (1999). Stress–Strain Curves for Steel-Fiber Reinforced Concrete in Compression. Cement and Concrete Composites.
[7] Japan Society of Civil Engineers. (2007). Recommendations for Design and Construction of High Performance Fiber Reinforced Concrete.
[8] SNI 4154:2014. Metode Pengujian Kuat Lentur Beton dengan Balok Satu Titik Pembebanan Tengah.
[9] SNI 03-1974-1990. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Silinder. [4] Johnston, C. D. (2001). Fiber-Reinforced Cements and Concretes. Gordon and Breach Science Publishers.
[10] SNI 03-2491-2002. Metode Pengujian Kuat Tarik Belah Beton.
[11] Sivakumar, A., & Santhanam, M. (2007). Mechanical Properties of High Strength Concrete Reinforced with Metallic and Non-Metallic Fibres. Cement and Concrete Composites.
[12] Banthia, N., & Gupta, R. (2004). Influence of Polypropylene Fiber on the Mechanical Properties of Concrete. Cement and Concrete Composites.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yufa Satrio Yudhoyono, Jamaludin Ambiya, Antonius, Muhamad Rusli Ahyar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









