REDESAIN MUSEUM KESULTANAN BULUNGAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EXTENDING TRADITION
DOI:
https://doi.org/10.51135/jts.v3i01.57Keywords:
Redesain, Museum, Kesultanan Bulungan,, Extending TraditionAbstract
Museum Kesultanan Bulungan, merupakan museum yang menyimpan benda-benda peninggalan dari Kesultanan Bulungan. Kondisi museum yang ada saat ini kondisinya sudah tidak memadai untuk fungsi sebuah museum. Untuk itu perlu dilakukan redesain agar tetap mampu mewadahi benda-benda peninggalan sekaligus sebagai wadah informasi dan edukasi terkait Kesultanan Bulungan dan Budaya Masyarakat Bulungan. Pendekatan yang digunakan dalam melakukan redesain, adalah penerapan arsitektur Extending Tradition melalui mengambil bentukan masa lampau baik dari bentukan arsitektur, budaya maupun filosofi. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan kembali wajah dan sejarah Kesultanan Bulungan dengan kemasan yang lebih modern. Elemen fisik diambil dari bentukan bangunan Istana Kesultanan Bulungan secara keseluruhan dari kepala hingga kaki bangunan serta ragam hias (ornament), namun menggunakan material modern dengan finishing yang tetap menghadirkan suasana tempo dulu. Sedangkan elemen non fisik diaplikasikan pada orientasi bangunan yang menghadap ke Sungai Kayan dan penambahan unsur air pada site sesuai dengan filosofi yang dipercai oleh masyarakat Suku Bulungan.
Downloads
References
Antariksa, 2012. Pelestarian Arsitektur dan Lingkungan Binaan:Pendekatan dalam Pelestarian. PPT. Bahan Ajar S2 ALB UB.
Beng, Tan, Hock, 1998.Contemporary Vernacular: Evoking Tradition in Asian Architecture. Singapore, select Book
Colemen,J, 2012. The Life of Slang. New York: Oxport University Press.
Jhon, M, Chol, 1990. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia
Neufert, Ernst, 2002. Data Arsitek Jilid 1 edisi 2. Jakarta: Erlangga.
PP No.19 Tahun 1995, tentang Pemeliharaan dan Perawatan Benda Cagar Budaya di Museum.
KBBI. Kamus Besar Bahas Indonesia. Diakses Maret 2022. https://kbbi.web.id/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Sholehah Suryanata, Herri Candra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









