PERILAKU SAMBUNGAN BALOK BAJA DAN KOLOM TABUNG BAJA BERISI BETON DENGAN PELAT DIAFRAGMA MELINGKAR AKIBAT BEBAN SIKLIK
DOI:
https://doi.org/10.51135/hmr4m314Keywords:
CFST, join balok-kolom, gempa, kriteria penerimaanAbstract
Penggunaan kolom tabung baja diisi beton (Concrete Filled Steel Tube) masih terbatas karena kurangnya pengalaman pelaksanaan dan kerumitan bentuk sambungan pada kolom komposit ini. Selain itu sambungan pada sistem CFST harus memiliki kekuatan yang cukup dalam menahan beban gempa. Tujuan penelitian ini untuk memverifikasi bentuk sambungan yang cocok untuk kondisi gempa sesuai standar Indonesia, serta mendapatkan bentuk sambungan pada balok dan kolom tabung baja komposit yang efisien dan mudah dilaksanakan di lapangan. Dalam penelitian ini dibuat dua buah benda uji yaitu benda uji sambungan balok-kolom tabung baja tanpa isian beton (BKD-T) sebagai pembanding untuk melihat peningkatan kekuatan akibat adanya inti beton, dan benda uji sambungan balok-kolom tabung baja dengan isian beton (BKD-K). Bentuk sambungan antara kolom tabung baja dan balok baja IWF dibuat dengan tambahan pelat diafragma melingkar yang menghubungkan sayap profil balok ke kolom tabung baja. Benda uji dibebani dengan siklus beban yang mengacu pada ACI T1.1-01. Hasil pengujian menunjukkan benda uji sambungan balok-kolom tabung baja tanpa isian beton (BKD-T) dapat digunakan pada sistem struktur rangka baja pemikul momen biasa dengan kategori desain seismik B dan C dengan nilai R (faktor modifikasi respon) maksimum diambil 3,5. Adapun benda uji sambungan balok-kolom tabung baja dengan isian beton (BKD-K) dapat digunakan pada sistem struktur rangka baja dan beton komposit pemikul momen biasa dengan kategori desain seismik B dengan nilai R (faktor modifikasi respon) maksimum diambil 3.
Downloads
References
[1] ACI 374. 1-05. (2005). Acceptance Criteria for Moment Frames Based on Structural Testing.
[2] ACI T1.1-01. (2001). Commentary on Acceptance Criteria for Moment Frames based on Structural Testing. American Concrete Institute. Innovation Task Group 1 and Collaborators.
[3] Alostaz, Y., & Schneider, S. P. (1996). Analytical behavior of connections to concrete-filled steel tubes. Journal of Constructional Steel Research, 40(2), 95-127. https://doi.org/10.1016/s0143-974x(96)00047-8.
[4] Badan Standarisasi Nasional. (2019). Tata Cara Perencanaan ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Jakarta : SNI 1726-2019.
[5] Kanatani, H., Tabuchi, M., Kamba, T., Hsiaolien, J. and Ishikawa, M., (1987). A study on concrete filled RHS columns to H-beam connections fabricated with HT bolts in rigid frames. ASCE Proceedings Composite Construction of Steel and Concrete, pp. 614-635.
[6] Prion, H. G. L., & McLellan, A. B. (1992). Connecting Steel Beams to Concrete-Filled Steel Columns. Proceedings of the ASCE Structures Congress on Composite Compression Members, pp. 918-921.
[7] Schneider, S. P., & Alostaz, Y. M. (1998). Experimental Behavior of Connections to Concrete-filled Steel Tubes. Journal of Constructional Steel Research, 45(3), 321-352. https://doi.org/10.1016/s0143-974x(97)00071-0.
[8] Valbert, G., Essais d'. (1968). assemblages soudes d'une solive sur un poteau en tube rempli de beton. Construction Metallique, 4 Dec., 27-38 (in French).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Haykal, Muslikh, Djoko Sulistyo, Christopher Triyoso, Fitro Darwis, Elfira Resti Mulya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









