ANALISIS DEBIT ANDALAN UNTUK KEBUTUHAN AIR BAKU INDUSTRI PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN MODEL SWAT+ PADA SUNGAI AKE SUBOLI, KABUPATEN HALMAHERA TIMUR

Authors

  • Marlina Kamis Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
  • Yudit Agus Priambodo Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

DOI:

https://doi.org/10.51135/13aav355

Keywords:

debit andalan, SWAT+, kurva durasi aliran, air baku

Abstract

Ketersediaan air baku yang andal merupakan aspek penting dalam menunjang operasional mess industri pertambangan, terutama pada wilayah dengan keterbatasan data debit sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit andalan Sungai Ake Suboli di Kabupaten Halmahera Timur sebagai dasar perencanaan air baku mess pertambangan menggunakan model Soil and Water Assessment Tool Plus (SWAT+). Model hidrologi dibangun berdasarkan data digital elevation model (DEM), tutupan lahan, jenis tanah, serta data iklim harian dari sumber global. Simulasi menghasilkan debit harian pada outlet DAS yang selanjutnya dianalisis menggunakan Flow Duration Curve (FDC) untuk memperoleh debit andalan pada tingkat keandalan 80%, 90%, dan 95% (Q80, Q90, dan Q95). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Ake Suboli memiliki pola aliran musiman yang kuat, dengan debit tinggi pada musim hujan dan debit sangat rendah pada musim kemarau. Debit Q90 dan Q95 menunjukkan nilai yang sangat kecil dan mendekati nol pada beberapa bulan kering, mengindikasikan lemahnya kontribusi aliran dasar dan tingginya risiko kekurangan air apabila digunakan sebagai dasar perencanaan. Meskipun SNI 6738:2015 merekomendasikan penggunaan Q90 untuk air baku, penelitian ini menggunakan Q80 sebagai debit andalan operasional karena sistem yang dikaji merupakan sistem air baku internal dengan jumlah pengguna terbatas dan pengelolaan aktif. Hasil ini menunjukkan bahwa Q80 lebih realistis secara teknis untuk kondisi DAS Ake Suboli, dengan kebutuhan tambahan berupa fasilitas tampungan guna menjamin kontinuitas suplai air sepanjang tahun.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi, “Modul Hidrologi: Ketersediaan Dan Kebutuhan Air”, Pusdiklat SDA dan Konstruksi, Bandung, 2017.

[2] Badan Standardisasi Nasional, “SNI 1726:2019 – Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung”. BSN, Jakarta, 2019.

[3] Bieger, K., Arnold, J.G., Rathjens, H., White, M.J., Bosch, D.D., Allen, P.M., Volk, M., Srinivasan, R. (2017). “Introduction to SWAT+, a completely restructured version of the Soil and Water Assessment Tool”, Journal of the American Water Resources Association (JAWRA). doi: 10.1111/1752-1688.12482.

[4] Searcy, J.K.. “Flow-duration curves” U.S. Geological Survey Water-Supply Paper 1542-A, 1959.

[5] Badan Informasi Geospasial. 2018. Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Diakses dari https://tanahair.indonesia.go.id/demnas/.

[6] Texas A&M AgriLife Research & USDA Agricultural Research Service. 2025. Soil & Water Assessment Tool (SWAT) – Data Resources. Diakses dari https://swat.tamu.edu/data/.

[7] National Aeronautics and Space Administration (NASA). 2025. NASA POWER Data Access Viewer – Prediction Of Worldwide Energy Resources (POWER) Data. Diakses dari https://power.larc.nasa.gov/data-access-viewer/.

[8] Hrachowitz et al., “A decade of Predictions in Ungauged Basins (PUB)”, Hydrological Sciences Journal, Volume 58, june 2013, http://dx.doi.org/10.1080/02626667.2013.803183.

[9] Yilmaz, K., Gupta, H., Wagener, T., “A process-based diagnostic approach to model evaluation: Application to the NWS distributed hydrologic model”, Water Resources Research, vol 44 issue 9, september 2008, https://doi.org/10.1029/2007WR006716.

[10] Budyko, M. I., “Climate and Life”, Academic Press Newyork and London, 1974.

[11] Zhang et al., “A rational function approach for estimating mean annual evapotranspiration” Water Resources Research, vol. 40, W02502, 2004, doi:10.1029/2003WR002710.

[12] Arnold et al.,” SWAT: Model Use, Calibration, and Validation”, American Society of Agricultural and Biological Engineers, St. Joseph, Michigan, 2012.

[13] Dingman, S. L., “Physical Hydrology (3rd Edition)”, Waveland Press Inc. USA: long grove. 2015.

[14] Wagener, T., et al., “A framework for development and application of hydrological models”, Hydrology and Earth System Sciences, 5 (1), 13–26, 2001.

[15] FAO, “Irrigation potential in Africa: A basin approach”, FAO Land and Water Bulletin, 1997.

[16] Smakhitn, V.U., “Low flow hydrology: a review”, Journal of Hydrology, vol. 240, issues 3-4, page 147-186, january 2001.

[17] Nathan and McMahon, “Evaluation of automated techniques for baseflow separation”, Water Resources Research, vol 26 issue 7, july 1990, https://doi.org/10.1029/WR026i007p01465.

[18] Arnold & Allen (1999), “Automated methods for estimating baseflow”, Journal of the American Water Resources Association, https://doi.org/10.1111/j.1752-1688.1999.tb04290.x

[19] Merwade, V. and Joseph, J., “Setting up a SWAT Model with QSWAT”, Lyles School of Civil Engineering, Purdue University, 2021.

Downloads

Published

31-10-2025

Issue

Section

Artikel

How to Cite

ANALISIS DEBIT ANDALAN UNTUK KEBUTUHAN AIR BAKU INDUSTRI PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN MODEL SWAT+ PADA SUNGAI AKE SUBOLI, KABUPATEN HALMAHERA TIMUR. (2025). Jurnal Teknik SILITEK, 5(03), 1801-1809. https://doi.org/10.51135/13aav355

Similar Articles

1-10 of 97

You may also start an advanced similarity search for this article.