ANALISA KAPASITAS RENCANA TAMPUNGAN BENDUNGAN KEDUNGLANGGAR DI KECAMATAN TULIS KABUPATEN BATANG
DOI:
https://doi.org/10.51135/xf7gg229Keywords:
Bendungan, Analisis Hidrologi, Kapasitas Tampungan, Debit BanjirAbstract
Bendungan Kedunglanggar yang berada di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang direncanakan sebagai infrastruktur sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air baku, irigasi, serta pengendalian banjir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas tampungan bendungan melalui analisis curah hujan, debit banjir rencana, serta hubungan elevasi–luas–volume waduk. Curah hujan rata-rata DAS dihitung menggunakan metode Poligon Thiessen dan dianalisis secara frekuensi dengan distribusi Log Pearson Tipe III yang diuji menggunakan uji Chi-Kuadrat dan Smirnov–Kolmogorov. Debit banjir rencana ditentukan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Kapasitas tampungan waduk dianalisis melalui metode elevasi–luas–volume untuk mengetahui perubahan luas genangan dan volume tampungan pada setiap elevasi muka air. Hasil analisis menunjukkan curah hujan maksimum wilayah sebesar 146,73 mm. Perhitungan HSS Nakayasu menghasilkan debit banjir puncak sebesar 41,9615 m³/detik/mm dengan waktu puncak 3 jam. Berdasarkan metode elevasi–luas–volume, pada elevasi operasi +162 m diperoleh luas genangan sebesar 1.182.405 m² dan volume tampungan sebesar 23.638.557 m³. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kapasitas tampungan Bendungan Kedunglanggar masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi, sehingga secara hidrologis bendungan ini layak mendukung fungsi yang direncanakan.
Downloads
References
[1] M. Mudjiatko and A. S. Agus, “Neraca air Waduk Sungai Paku terhadap kebutuhan air baku bagi masyarakat,” Spektrum Sipil, vol. 2, no. 2, pp. 114–124, 2015.
[2] Purwati, “Analisis perbandingan fluktuasi perubahan volume Waduk Penjalin dengan metode pemeruman dan pengukuran elevasi muka air,” Jurnal Geodesi Universitas Diponegoro, 2017.
[3] M. D. P. Putra, Riman, and A. Halim, “Studi analisis pengaruh sedimentasi terhadap kapasitas tampungan efektif Waduk Jambu,” Bouwplank: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan, vol. 4, no. 1, pp. 16–23, 2024.
[4] A. Ulfa and S. Suprayogi, “Perhitungan kinerja waduk dan evaluasi kapasitas Waduk Ngancar, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah,” 2016.
[5] Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Studi kelayakan dan penyiapan basic design Bendungan Kedunglanggar. Semarang, 2021.
[6] T. Azhar, Studi perencanaan embung Kahabilangga Kecamatan Pahuga Lodu Kabupaten Sumba Timur. Malang: Universitas Brawijaya, 2013.
[7] [8] [9] R. K. Kinsley and J. B. Franzini, Water Resources Engineering. New York: McGraw-Hill, 1979. L. W. Mays, Hydrosystems Engineering and Management. New York: McGraw-Hill, 1992.
A. C. Damayanti, L. M. Limantara, and R. Harihowo, “Analisis debit banjir rencana,” Departemen Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya.
[10] M. I. T. Pratomo, Sobriyah, and A. H. Wahyudi, “Analisis hidrograf aliran daerah Sungai Keduang dengan beberapa metode hidrograf satuan sintetis,” Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
[11] Badan Standardisasi Nasional, SNI 1729-2015: Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural. Jakarta: BSN, 2015.
[12] M. Setiawati, “Fly ash sebagai bahan pengganti semen pada beton,” Prosiding Semnastek, 2018.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adzkia Munawaroh, Asti Kusuma Artanti, Moh Faiqun Ni’am

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









