PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM DAN TULANGAN PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR BETON

Authors

  • Burhan Anis Satya Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung
  • Mareno Daryl Fahrezi Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung
  • Muhammad Rusli Ahyar Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung

DOI:

https://doi.org/10.51135/evvz2208

Keywords:

Styrofoam, Kuat Lentur, Beton Bertulang Tarik

Abstract

Beton adalah material yang lumayan berat, dengan densitas mencapai 2400 kg/m3 serta yang sifatnya dapat penghantaran panas yang baik. Beton menjadi pilihan bagi banyak orang, karena dapat mengurangi beban mati pada suatu struktur beton serta menekan kemampuan penghantaran panasnya. Sebuah beton tergolong sebagai beton ringan apabila memiliki massa berat kurang dari 1800 kg/m3. Pada penelitian ini, peneliti memiliki tujuan yaitu  untuk membandingkan kekuatan lentur antara beton normal dan beton bertulang styrofoam. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis dampak penambahan styrofoam sebagai agregat halus terhadap kapasitas lentur balok. Penelitian ini dilakukan dengan cara eksperimen dengan membuat Beton Normal mutu K-240 memiliki nilai Fc’ 20 MPa. Pada penelitian ini menggunakan tujuh beton sampel benda uji berupa balok dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 15 cm dengan presentase styrofoam 3%,5%, 7% dengan 2  benda uji di setiap  variasi nya. Hasil uji   lentur pada beton normal didapat hasil rata-rata 2,76 MPa dan untuk beton ringan didapat hasil tertinggi rata-rata 4,59 MPa dan terendah 2,76 MPa. Sedangan beton bertulang styrofoam didapat hasil tertinggi dengan rata-rata 4,32 dan terendah 4,06 MPa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Badan Standarisasi Nasional (2000). Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Sni 03-2834-2000.

[2] Kumbarra, J., Solikin, M., Sugiyanto, S., & Rofiq, M. A. (2020). Tinjauan Kuat Lentur Dinding Panel Beton Berlubang Styrofoam Dengan Campuran Fly Ash Dan Serat Senar Gelasan Dengan Perkuatan Wiremesh. Proceeding Science and Engineering National Seminar, 5(1), 633–642.

[3] Letra, I. M., Wiryadi, I. G. G., Darmayasa, I. G. O., & Astari, N. W. Y. (2021). Analisis Dan Perencanaan Balok Beton Bertulang Dengan Sistem Precast in Site. Jurnal Ilmiah Kurva Teknik, 10(1), 24–32.

[4] Musyaffa, M. F., & Jafar, J. (2022). Perbandingan Kinerja Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Sambungan Lewatan Dan Sambungan Mekanis (Clamp). TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi): Jurnal Program Studi Teknik Sipil, 12(1), 101–108.

[5] Setiawan, D. B., & Abdillah, R. A. (2024). Perilaku Mekanik Beton Ringan Agregat Styrofoam Dengan Variasi Penambahan Fly ash. Bangun Rekaprima, 9(1), 88–98.

[6] Sunarsih, E. S., & Sucipto, T. L. A. (2017a). Tinjauan Penambahan Limbah Styrofoam Dan Fly Ash Terhadap Berat Jenis, Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton Ringan Struktural. JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Dan Kejuruan, 7(2).

[7] Sunarsih, E. S., & Sucipto, T. L. A. (2017b). Tinjauan Penambahan Limbah Styrofoam Dan Fly Ash Terhadap Berat Jenis, Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton Ringan Struktural. JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Dan Kejuruan, 7(2).

Downloads

Published

31-07-2025

Issue

Section

Artikel

How to Cite

PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM DAN TULANGAN PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR BETON. (2025). Jurnal Teknik SILITEK, 5(02), 806-811. https://doi.org/10.51135/evvz2208

Similar Articles

1-10 of 73

You may also start an advanced similarity search for this article.