OPTIMALISASI WASTE WATER TREATMENT PLANT DALAM PENURUNAN KADAR BOD DAN COD DI LAPANGAN - X
DOI:
https://doi.org/10.51135/hwbytj58Keywords:
WASTE WATER TREATMENT PLANT, BOD, CODAbstract
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) di Lapangan – X dalam menurunkan kadar BOD dan COD. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui nilai BOD dan COD dalam proses WWTP di Lapangan – X; (2) untuk mengetahui penurunan nilai BOD dan COD dalam proses WWTP; dan (3) untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi penurunan nilai BOD dan COD dalam proses WWTP. Proses WWTP di Lapangan – X menggunakan teknologi activated sludge dengan bakteri aerobik dan memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1.728 m³/hari. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, pengambilan sampel pada inlet dan outlet WWTP, serta analisis kinerja menggunakan perhitungan Hydraulic Retention Time (HRT). Hasil menunjukkan HRT selama 32 jam, dengan efisiensi penurunan BOD sebesar 51,1% dan COD sebesar 33,3%. Meskipun proses WWTP tersebut telah memenuhi standar kualitas air limbah sesuai regulasi, efisiensinya masih di bawah potensi optimal teknologi activated sludge, yaitu 84–86%, yang disebabkan oleh manajemen nutrisi dan komposisi mikroba yang kurang optimal. Untuk meningkatkan kinerja IPAL, disarankan penambahan nutrisi sebesar 2000 mg/L serta pemantauan mikroorganisme secara rutin.
Downloads
References
[1] Andarani, P., & Rezagama, A. (2015). Analisis Pengolahan Air Terproduksi Di Water Treating Plant Perusahaan Eksploitasi Minyak Bumi (Studi Kasus: Pt Xyz). Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi Dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 12(2), 78.
[2] Daniswara, D., & Budiono, A. (2024). Perhitungan F/M Ratio Pengolahan Limbah Lumpur Aktif Wwtp-2 Di Pabrik Farmasi. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 10(1), 41–47.
[3] Dharmayanthie, I., & Fauzi, A. (2017). PENGARUH BAKTERI PADA BAK AERASI DI UNIT WASTE WATER TREATMENT. Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(3), 40–49.
[4] Halim, A., Kurniawan, I., Sari, I. M., & Sapitri, W. D. (2023). Pengolahan Limbah Cair Dengan Lumpur Aktif Aerobik: Studi Kasus Industri Minuman. Jurnal Bhuwana, 2(2), 184–190.
[5] Igunnu, E. T., & Chen, G. Z. (2014). Produced water treatment technologies. International Journal of Low-Carbon Technologies, 9(3), 157–177. h
[6] Mukhtar, G., Iwan, R., Mina, N., & Tintin, S. R. (2017). Pemanfaatan Nutrisi Terfermentasi untuk Penurunan Kadar COD/BOD Air Limbah Industri. Journal Industrial Servicess, 3(1b), 231–234.
[7] Mustamin, H. A., Larasati, R. P., & Sumada, K. (2023). Studi Kesesuaian Mikroorganisme Pada Pengolahan Limbah Cair Industri. Chempro, 1(2), 45–52.
[8] Notonugroho, O. J., Amelia, F., Arif, C., & Kurniawan, A. (2022). Model Parameter Kinetika Biologis Proses Lumpur Aktif Air Limbah Kertas Berdasarkan Variasi Waktu Detensi Pada Kondisi Tidak Tunak. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(4), 829–840.
[9] Putri, C. S., & Purwanti, I. F. (2019). Evaluasi Pembuangan Air Limbah Water Treatment Plant PT. Pertamina Hulu Mahakam, Balikpapan. Jurnal Purifikasi, 19(2), 67–76.
[10] Ramdani, R., Samsunar, S., & Utami, M. (2021). Analisis Suhu, Derajat Keasaman (pH), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Biologycal Oxygen Demand (BOD) dalam Air Limbah Domestik di Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo. IJCR-Indonesian Journal of Chemical Research, 6(2), 12–22.
[11] Said, N. I., & Utomo, K. (2007). Pengolahan Air Limbah Domestik Dengan Proses LUMPUR AKTIF YANG DIISI DENGAN MEDIA BIOBALL. Jurnal Air Indonesia, 3(2), 160–174.
[12] Utami, L. I., Wihandhita, W., Marsela, S., & Wahyusi, K. N. (2017). Pengolahan Limbah Cair Minyak Bumi secara Biologi Aerob Proses Batch. Jurnal Teknik Kimia, 11(2), 37–41.
[13] Nelson J.D., and Miller D.J., 1992. Expansive Soil Problem and Practice in Foundation and Pavement Enggineering. John Wiley and Sons, Inc., New York.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mohamad Maliqul Surya Praja, Nindy Callista Elvania, Anung Anindhito

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









