PERENCANAAN SISTEM PENGELOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK KANTOR PT X UNTUK PENYIRAMAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH)
DOI:
https://doi.org/10.51135/c2vt2h47Keywords:
Biofilter, Limbah Domestic, Madiun, RTHAbstract
PT X menghasilkan limbah domestik dalam jumlah cukup besar dengan tingkat pencemaran yang tinggi, terutama dari penggunaan air harian perkantoran. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 11 Tahun 2025, air limbah harus memenuhi enam parameter baku mutu sebelum dimanfaatkan kembali untuk penyiraman Ruang Terbuka Hijau, yaitu pH, COD, BOD, TSS, Fecal Coliform, dan Residual Klorin. Perancangan sistem IPAL menggunakan data primer dari kantor PT X di Madiun, dengan karakteristik limbah: TSS 240 mg/L, COD 280 mg/L, BOD 140 mg/L, minyak lemak 14 mg/L, Fecal Coliform 10.000 jumlah/100 mL, Residual Klorin 0 mg/L, dan pH 7. Rencana unit IPAL meliputi Grease Trap, Septic Tank, bak ekualisasi, biofilter, tangki filtrasi FRP 1054, bak filtrasi, dan bak sampling. Perhitungan BoQ dan RAB berdasarkan HSPK Kota Madiun 2025 menghasilkan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp 225.000.000.
Downloads
References
[1] Asmawati, A., Murti, R. H. A., & Purnama, E. R. (2023). Pemanfaatan Limbah Cair Terolah untuk Penyiraman dan Flushing Toilet (Studi Kasus: Rumah Sakit X, Kota Batu, Jawa Timur). Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil, 7(2), 119-128.
[2] Badan Standardisasi Nasional. (2005). Tata cara perencanaan sistem plambing (SNI 03‑7065‑2005). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
[3] Brickley, J. A., Smith, C. W., & Zimmerman, J. L. (2007). Managerial economics and organizational architecture (4th ed.). New York: McGraw-Hill/Irwin.
[4] Busyairi, M., Adriyanti, N., Kahar, A., Nurcahya, D., & Sariyadi, S. (2020). Efektivitas Pengolahan Air Limbah Domestik Grey Water Dengan Proses Biofilter Anaerob dan Biofilter Aerob (Studi Kasus: IPAL INBIS Permata Bunda, Bontang). Jurnal Serambi Engineering, 5(4).
[5] Crites, R., & Tchobanoglous, G. (1998). Small and decentralized wastewater management systems. Boston: WCB/McGraw-Hill.
[6] Indrayani, L. (2018). Pengolahan Limbah Cair Industri Batik Sebagai Salah Satu Percontohan Ipal Batik Di Yogyakarta. ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), 12(2), 173. https://doi.org/10.24843/ejes.2018.v12.i02.p 07
[7] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 04/PRT/M/2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik. Jakarta: Kementerian PUPR.
[8] Listyaningrum, R. (2022). Analisis Kandungan DO, BOD, COD, TS, TDS, TSS dan Analisis Karakteristik Fisikokimia Limbah Cair Industri Tahu di UMKM Daerah Imogiri Barat Yogyakarta. Teknologi Industri, June.
[9] Marhama, M. (2020). EFEKTIVITAS SEPTIK TANK APUNG DALAM MEREDUKSI KADAR COD, TSS, SUHU DAN pH LIMBAH BLACK WATER PULAU KODINGARENG KOTA MAKASSAR (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin)..
[10] Metcalf & Eddy, Inc. (2003). Wastewater engineering: Treatment and reuse (4th ed.). New York: McGraw-Hill.
[11] Pamungkas, L. A. S., Murti, R. H. A., Purnama, E. R., & Utami, A. K. (2023). Pengolahan Air Limbah untuk Pemanfaatan Penyiraman Tanaman di Rumah Sakit Y Kabupaten Tuban. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil, 7(1), 25-33.
[12] Pemerintah Kota Madiun. (2024). Keputusan Wali Kota Madiun Nomor 050-401.202/119/2024 tentang Standar Harga Satuan Barang Kebutuhan dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi Tahun Anggaran 2025. Madiun.
[13] Pemerintah Republik Indonesia. (2017). Standar Nasional Indonesia SNI 2398:2017 — Tata cara perencanaan tangki septik dengan pengolahan lanjutan (sumur resapan, bidang resapan, up‑flow filter, kolam sanita). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
[14] Pemerintah Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah untuk Air Limbah Domestik.
[15] Premananda, W. H., & Primajana, D. J. (2023). EFISIENSI PENGGUNAAN AIR BERSIH DENGAN MEMANFAATKAN KEMBALI AIR LIMBAH MEMGGUNAKAN TEKNOLOGI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) AEROB-ANAEROB BIOFILTER. Nusantara Hasana Journal, 3(2), 238-257.
[16] Rusten, B., Eikebrokk, B., Ulgenes, Y., & Lygren, E. (2006). Design and operations of the Kaldnes moving bed biofilm reactors. Water Science and Technology, 53(9), 1–9.
[17] Tandjung, A. A., Prijadi, R., & Karongkong, H. H. (2015). Rest Area Trans Sulawesi Antar Provinsi Arsitektur Biomimicry (Doctoral dissertation, Sam Ratulangi University).
[18] Tchobanoglous, G., Burton, F. L., & Stensel, H. D. (2003). Wastewater engineering: Treatment and reuse (4th ed.). New York: McGraw-Hill.
[19] United States Environmental Protection Agency. (1999). Wastewater technology fact sheet: (judul spesifik teknologi di dokumen tersebut). Washington, DC: Office of Water, EPA.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adithya Satria Pratama, Wahyu Ugroseno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









