ANALISIS KEPATUHAN OUTLET IPAL INDUSTRI REDRYING TEMBAKAU X TERHADAP PERGUB JAWA TIMUR NO.72/2013 BERDASARKAN PARAMETER BOD DAN COD
DOI:
https://doi.org/10.51135/pw1v0h11Keywords:
limbah pengolahan tembakau, kepatuhan ipal, bod dan codAbstract
Industri redrying tembakau menghasilkan limbah cair dengan kandungan senyawa organik tinggi, seperti nikotin, tar, dan senyawa fenolik, yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah secara optimal melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Parameter Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) digunakan sebagai indikator utama dalam menilai tingkat pencemaran organik air limbah serta kinerja IPAL terhadap pemenuhan baku mutu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan outlet IPAL Industri Redrying Tembakau X terhadap baku mutu air limbah berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 melalui parameter BOD dan COD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Data yang digunakan berupa data sekunder hasil uji laboratorium kualitas air limbah outlet IPAL selama periode Februari–Maret 2025 yang telah tersertifikasi, serta data pendukung terkait unit redrying, threshing, dan sistem IPAL. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil pengujian terhadap nilai ambang batas baku mutu guna menilai tingkat kepatuhan effluent yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOD pada bulan Februari dan Maret 2025 masing-masing sebesar 6,6 mg/L dan 12 mg/L, sedangkan COD sebesar 17 mg/L dan 35 mg/L. Seluruh nilai tersebut berada di bawah ambang batas baku mutu Kategori I, yaitu 150 mg/L untuk BOD dan 300 mg/L untuk COD. Temuan ini menunjukkan bahwa outlet IPAL Industri X telah memenuhi standar kepatuhan lingkungan, meskipun terjadi peningkatan konsentrasi pada bulan Maret yang diduga dipengaruhi oleh peningkatan beban produksi dan faktor operasional IPAL
Downloads
References
[1] E. T. Wahyuni, Z. Kusuma, and M. Handayani, “Potensi pencemaran limbah cair industri tembakau terhadap kualitas air tanah,” Environ. Eng. J., vol. 5, no. 3, pp. 178–186, 2019.
[2] S. Rahmawati and D. P. Sari, “Karakteristik limbah cair industri pengolahan tembakau dan teknologi pengolahannya,” J. Teknol. Lingkung., vol. 21, no. 2, pp. 245–252, 2020.
[3] B. Andika, P. Wahyuningsih, and R. Fajri, “Penentuan nilai BOD dan COD sebagai parameter pencemaran air dan baku mutu air limbah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan,” Quim. J. Kim. Sains dan Terap., vol. 2, no. 1, pp. 14–22, 2020, [Online]. Available: https://ejurnalunsam.id/index.php/JQ/article/view/2617
[4] A. T. Pasetia, S. D. Nurkhasanah, and H. P. Sudarminto, “Proses pengolahan dan analisa air limbah industri di instalasi pengolahan air limbah (IPAL),” DISTILAT J. Teknol. Separasi, vol. 6, no. 2, pp. 491–498, 2020, [Online]. Available: https://jurnal.polinema.ac.id/index.php/distilat/article/view/2159
[5] B. Suharto, A. Prasetyo, and R. Wijayanti, “Evaluasi kinerja IPAL industri tekstil terhadap parameter BOD dan COD,” J. Tek. Lingkung., vol. 27, no. 1, pp. 15–24, 2021.
[6] T. Bin Hao et al., “Effective bioremediation of tobacco wastewater by microalgae at acidic pH for synergistic biomass and lipid accumulation,” J. Hazard. Mater., vol. 426, p. 127820, Mar. 2022, doi: 10.1016/j.jhazmat.2021.127820.
[7] E. Sasiang, “Efektivitas instalasi pengolahan air limbah berdasarkan parameter BOD, COD, dan pH,” J. Kesehat. Masy., vol. 7, no. 1, pp. 1–10, 2019, [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/26214/25847
[8] S. P. Fahriza, “E-Monitoring instalasi pengolahan air limbah di PPN Kejawanan,” J. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 11, no. 2, pp. 1–10, 2024, [Online]. Available: https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/download/8099/1321
[9] R. S. Bejankiwar, “Electrochemical treatment of cigarette industry wastewater: feasibility study,” Water Res., vol. 36, no. 17, pp. 4386–4390, Oct. 2002, doi: 10.1016/S0043-1354(02)00155-0.
[10] Z. Lv, X. Xiao, Y. Wang, Y. Zhang, and N. Jiao, “Improved water quality monitoring indicators may increase carbon storage in the oceans,” Environ. Res., vol. 206, p. 112608, Apr. 2022, doi: 10.1016/j.envres.2021.112608.
[11] R. F. Tuffahati and R. Novembrianto, “Analisis Pengolahan Limbah Industri Rokok dalam Pencapaian Standar Lingkungan Badan Air Permukaan,” Venus J. Publ. Rumpun Ilmu Tek., vol. 2, no. 6, pp. 32–45, Nov. 2024, doi: 10.61132/venus.v2i6.618.
[12] D. A. Leontieff, K. Ikehata, Y. Inanaga, and S. Furukawa, “Ozone for Industrial Wastewater Treatment: Recent Advances and Sector Applications,” Process. 2025, Vol. 13, Page 2331, vol. 13, no. 8, p. 2331, Jul. 2025, doi: 10.3390/pr13082331.
[13] R. Andriani, Z. Kusuma, and A. Wahyudi, “Evaluasi kinerja instalasi pengolahan air limbah industri di Jawa Timur,” J. Tek. Lingkung., vol. 26, no. 2, pp. 145–156, 2020.
[14] D. Y. Putra, “Analisis efektivitas bak sedimentasi primer pada instalasi pengolahan air limbah industri makanan,” J. Ilm. Tek. Lingkung., vol. 11, no. 1, pp. 33–42, 2019.
[15] T. Suryani, “Kinerja reaktor anaerob dalam menurunkan COD pada limbah organik industri,” J. Pengelolaan Lingkung., vol. 4, no. 2, pp. 112–122, 2021.
[16] F. A. Pratama, “Optimasi proses aerasi pada sistem lumpur aktif untuk peningkatan efisiensi biologis,” J. Air dan Lingkung., vol. 13, no. 1, pp. 55–64, 2022.
[17] S. Wahyudi, “Penggunaan sistem filtrasi berlapis untuk pengolahan limbah cair industri,” J. Rekayasa Lingkung., vol. 18, no. 3, pp. 201–210, 2020.
[18] E. Ratnasari, “Analisis efisiensi bak penampungan akhir terhadap kualitas air olahan IPAL,” J. Sumber Daya Air Indones., vol. 9, no. 1, pp. 25–34, 2023.
[19] R. Mahardika, “Evaluasi titik outlet dan sistem monitoring kualitas air buangan industri,” J. Teknol. Pengolah. Limbah, vol. 7, no. 2, pp. 89–97, 2018.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Susmika Adi Saputra, Solikahti Indah Purwaningrum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









