ANALISIS KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PADA INDUSTRI TEMBAKAU (STUDI KASUS PADA KOPERASI KARYAWAN X)

Authors

  • Syariffa Nurina Aminy Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro
  • Solikhati Indah Purwaningrum Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.51135/y10ddp41

Keywords:

instalasi pengolahan air limbah, industri tembakau, kualitas air limbah

Abstract

Industri pengolahan tembakau menghasilkan air limbah dengan karakteristik kompleks yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah secara memadai. Sebuah koperasi karyawan yang dalam penelitian ini disamarkan dengan nama Koperasi X mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah limbah cair dari proses produksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja IPAL Koperasi X berdasarkan parameter pH dan Total Suspended Solids (TSS) pada outlet, serta membandingkannya dengan baku mutu Permen LHK No. 68 Tahun 2016 dan Pergub Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan analisis data sekunder periode Januari–Juni 2025. Pengukuran dilakukan pada titik outlet setelah air limbah melewati unit equalization, sedimentasi, biologis anaerob–aerob, filtrasi konvensional (downflow), dan bak penampung akhir. Data dianalisis dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap baku mutu yang berlaku. Hasil menunjukkan nilai pH berkisar 7,5–7,6, memenuhi baku mutu 6–9. Konsentrasi TSS berkisar 18–29 mg/L, berada di bawah ambang batas nasional (≤30 mg/L) maupun daerah (≤50 mg/L). Hal ini menunjukkan IPAL Koperasi X efektif menurunkan beban pencemar dengan efisiensi penyisihan TSS >85%. Stabilitas pH mengindikasikan proses biologis berjalan optimal, sedangkan rendahnya TSS menunjukkan kinerja baik unit sedimentasi dan filtrasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] B. Santoso, “Kinerja filtrasi pasir dalam menurunkan padatan tersuspensi pada sistem IPAL industri,” J. Tek. Lingkung., vol. 27, no. 3, pp. 201–210, 2021.

[2] S. Widodo, D. Kurniasih, and A. Rahman, “Identifikasi limbah pada berbagai tahapan pengolahan tembakau,” J. Agroindustri, vol. 11, no. 2, pp. 123–135, 2021.

[3] H. Purwanto, K. Wijaya, and D. Santoso, “Pencemaran Air Akibat Limbah Industri Tembakau,” J. Lingkung. Trop., vol. 13, no. 1, pp. 23–35, 2019.

[4] P. R. Indonesia, “Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.” 2021.

[5] K. L. H. dan K. R. Indonesia, “Peraturan Menteri LHK Nomor P.68/MENLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.” 2016.

[6] A. Hermawan, W. Lestari, and I. Maulana, “Optimalisasi unit pengolahan biologis pada IPAL industri manufaktur,” Indones. J. Environ. Technol., vol. 5, no. 1, pp. 34–47, 2023.

[7] M. Busyairi, N. Adriyanti, A. Kahar, D. Nurcahya, and S. Sariyadi, “Efektivitas Pengolahan Air Limbah Domestik Grey Water Dengan Proses Biofilter Anaerob dan Biofilter Aerob,” J. Serambi Eng., vol. 5, no. 4, pp. 1145–1154, 2020.

[8] W. H. Premananda and D. J. Primajana, “Efisiensi Penggunaan Air Bersih dengan Memanfaatkan Kembali Air Limbah Menggunakan Teknologi IPAL Aerob-Anaerob Biofilter,” Nusant. Hasana J., vol. 3, no. 2, pp. 238–257, 2023.

[9] A. Kurniawan and M. Hidayat, “Karakteristik Air Limbah Industri Pengolahan Tembakau,” J. Sains dan Teknol. Lingkung., vol. 9, no. 2, pp. 112–125, 2017.

[10] A. Widodo, B. Prasetyo, and N. Sari, “Analisis Kinerja IPAL pada Industri Tembakau di Jawa Timur,” J. Rekayasa Lingkung., vol. 21, no. 2, pp. 89–102, 2021.

[11] N. I. Said and H. D. Wahyono, “Teknologi pengolahan air limbah industri untuk memenuhi baku mutu,” J. Air Indones., vol. 11, no. 1, pp. 12–25, 2019.

[12] R. I. Setiawan and E. Mahyudin, “Optimalisasi proses aerob-anaerob dalam IPAL industri,” J. Ilmu dan Teknol. Lingkung., vol. 10, no. 1, pp. 45–52, 2018.

[13] I. Suryani and A. Budiman, “Desain dan operasi unit pengolahan air limbah industri: kajian literatur,” J. Rekayasa Proses, vol. 15, no. 2, pp. 89–102, 2021.

[14] T. A. Nugroho and A. Kurniawan, “Evaluasi efektivitas IPAL dengan parameter TSS dan COD di industri tekstil,” J. Rekayasa Lingkung., vol. 15, no. 2, pp. 59–66, 2019.

[15] A. N. Ginting and A. Lestari, “Analisis kinerja instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada industri makanan,” J. Tek. Lingkung., vol. 9, no. 1, pp. 12–20, 2020.

[16] T. Nugroho and D. Setiawan, “Pengelolaan limbah padat dan cair pada industri pengolahan tembakau,” J. Ind. Berkelanjutan, vol. 4, no. 2, pp. 112–125, 2022.

[17] P. P. J. Timur, “Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya.” Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, 2013.

[18] K. L. H. dan Kehutanan, “Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.” Kementerian LHK, Jakarta, 2016.

[19] Cigamons–UNEJ, “Pemantauan kinerja IPAL dan efektivitas pengolahan limbah cair industri,” Universitas Jember, 2024.

Downloads

Published

27-04-2026

Issue

Section

Artikel

How to Cite

ANALISIS KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PADA INDUSTRI TEMBAKAU (STUDI KASUS PADA KOPERASI KARYAWAN X). (2026). Jurnal Teknik SILITEK, 6(02), 319-326. https://doi.org/10.51135/y10ddp41

Similar Articles

1-10 of 173

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)