KUAT TEKAN DAN DURABILITAS BETON SETELAH TERPAPAR SUHU TINGGI 400°C , 500°C, 600°C
DOI:
https://doi.org/10.51135/86m73g36Keywords:
beton , kuat tekan, durabilitas, suhu tinggiAbstract
Meningkatnya angka kebakaran bangunan di Indonesia setiap tahun, terutama di kota-kota besar, menjadi acuan penelitian ini. Hal ini dapat mempengaruhi setiap konstruksi, termasuk struktur beton pada bangunan. Beton, yang memiliki kekuatan tekan dan durabilitas tinggi, dapat mengalami penurunan kinerja saat terpapar suhu tinggi akibat kebakaran, yang memicu perubahan fisik dan kimia seperti retak, kehilangan kelembaban, dan melemahnya ikatan semen-agregat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh paparan suhu tinggi 400°C, 500°C, dan 600°C terhadap kuat tekan dan durabilitas beton dengan menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pembakaran berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan dan durabilitas beton. Kuat tekan beton menurun dari 26,04 MPa pada kondisi normal menjadi 18,87 MPa pada 400°C, 13,02 MPa pada 500°C, dan 11,61 MPa pada 600°C. Sementara itu, durabilitas beton yang diukur melalui keausan meningkat dari 22,50% pada kondisi normal menjadi 29,43% pada 400°C, 37,71% pada 500°C, dan 40,98% pada 600°C, menunjukkan penurunan kualitas beton seiring bertambahnya suhu.
Downloads
References
[1] A. Saputra, D. Oktarina, and A. Gumay, “Analisa Temperatur dan Waktu Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Cangkang Kelapa Sawit Pasca Bakar,” J. Komposit, vol. 6, no. 2, pp. 49–55, 2022.
[2] K. Tjokrodimuljo, Teknologi Beton. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2007.
[3] B. Asmawi, I. Syahrul Fuad, and H. Jimmyanto, “Analisis Mutu Beton Terhadap Beton Pasca Bakar,” J. Tek. Sipil LATERAL, vol. 1, no. 1, pp. 53–59, 2023.
[4] S. P. Tampubolon, Struktur Beton I Civil Engineering. Jakarta: Universitas Kristen Indonesia, 2022.
[5] S. U. Dewi, F. H. Jaya, and M. A. Khairil, “Analisis Sifat Fisik Dan Mekanis Beton Pasca Bakar,” TAPAK (Teknologi Apl. Konstr. J. Progr. Stud. Tek. Sipil, vol. 11, no. 1, p. 74, 2021.
[6] A. Sulfanita, I. Fadly, M. Syahril, and A. S. N. Ruslan, “Studi Eksperimen Pengujian Kuat Tekan Beton Pasca Bakar terhadap Beton Normal,” J. Ilm. Univ. Batanghari Jambi, vol. 23, no. 2, pp. 1199–1205, 2023.
[7] M. Bohori and S. Wiyono, “Analisis Strutktur Pasca Bakar Menggunakan Flex Tape Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Beton FC ’ 20 MPA,” Univ. Islam Riau, vol. 01, no. 01, pp. 37–48, 2024.
[8] T. Mulyono, Teknologi Beton. Yogyakarta: Andi Ofset, 2004.
[9] Arman.A and R. Almez Pradipta, “Kajian Kuat Tekan Beton Normal Pasca Bakar,” Ensiklopedia J., vol. 3, no. 5, pp. 52–55, 2021.
[10] A. Alfana, “Dengan Variasi Campuran Limbah Kaca Comparison Of Compressive Strength By Post- Burn Concrete With Variety Of Glass Waste,” J. Media Tek. Sipil Samudra, vol. 5, no. 1, pp. 9–15, 2024.
[11] S. U. Dewi and A. Y. Nanda, “Analisis Pengaruh Peningkatan Durasi Waktu Terhadap Kuat Tekan Mutu Beton K-250 Pasca Kebakaran,” Tek. Sains J. Ilmu Tek., vol. 6, no. 2, pp. 84–90, 2021.
[12] S. A. Nanda, Y. Chandra, and E. Maulani, “Kajian Kuat Tekan Beton Beragregat Halus Pasir Pantai Pasca Bakar Dengan Variasi Waktu Water Curing,” Teras J., vol. 12, no. 2, pp. 363–372, 2022.
[13] Mododok, W., Darwis, F., & Sultan, M. A. (2020). Studi Kuat Tekan Beton Beragregat Kasar Batu Kapur Sangowo Dengan Variasi FAS. CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 1(2).
[14] D. Apriansyah, E. R. Hariza, and J. T. Sipil, “Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Pasca Bakar dan Pasca Bakar pada,” J. Artif. Intel l igence Digi tal Bus., vol. 4, no. 3, pp. 3564–3576, 2019.
[15] S. N. Indonesia, Cara Uji Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Silinder, SNI 1974-2011. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional, 2011.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Abu Dzar Al Amin, Muhammad Nasir, Hendro Widarto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









