ANALISIS KARAKTERISTIK BETON MENGGUNAKAN PASIR DAN KERIKIL SUNGAI MATA ALLO KABUPATEN ENREKANG BERDASARKAN TINJAUAN KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH
DOI:
https://doi.org/10.51135/tt0g6j56Keywords:
kuat tekan, kuat tarik belah, agregat sungai mata alloAbstract
Sungai Mata Allo yang berada di Kecamatan Enrekang merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber material berupa agregat yang cukup melimpah. Meskipun belum dapat dipastikan sebagai bahan konstruksi yang memenuhi Standar Nasional Indonesia dan memenuhi mutu beton yang baik pada pembangunan konstruksi daerah setempat agregat Sungai Mata Allo telah digunakan masyarakat setempat sebagai bahan pembangunan konstruksi berskala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pennggunaan pasir sungai Mata Allo terhadap kuat tekan dan tarik belah. Metode peneltian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium struktur dan bahan selama September-November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Sungai Mata Allo memenuhi spesifikasi sebagai pengganti agregat pasir dalam beton. Kuat tekan beton normal pada umur 7, 14, dan 28 hari masing-masing adalah 19,34 MPa (7 hari), 20,95 MPa (14 hari), dan 27,74 MPa (28 hari). Beton dengan pasir Sungai Mata Allo memiliki kuat tekan 17,36 MPa (7 hari), 20,19 MPa (14 hari), dan 25,10 MPa (28 hari). Sedangkan beton dengan kerikil Sungai Mata Allo menunjukkan kuat tekan 17,08 MPa (7 hari), 19,25 MPa (14 hari), dan 24,53 MPa (28 hari). Untuk kuat tarik belah, terjadi penurunan dari beton normal (6,444 MPa) menjadi 4,222 MPa (pasir Mata Allo) dan 3,778 MPa (kerikil Mata Allo) pada umur 28 hari.
Downloads
References
[1] T. Mulyono, Teknologi Beton. Yogyakarta: Andi Ofset, 2004.
[2] F. J. Asmara, S. Suhendra, and A. Dwiretnani, “Analisis Perbandingan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beton Yang Menggunakan Pasir Sungai Batang Asai Dan Pasir Sungai Batanghari,” J. Talent. Sipil, vol. 4, no. 1, p. 1, 2021, doi: 10.33087/talentasipil.v4i1.42.
[3] M. Mustakim, H. Hairil, and Y. Yanas, “Karakteristik Beton Menggunakan Agregat Kasar Sungai Karawa Kabupaten Pinrang,” J. Karajata Eng., vol. 1, no. 1, pp. 35–41, 2021, doi: 10.31850/karajata.v1i1.684.
[4] M. R. Adriansyah, “Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton Antara Campuran Agregat Kasar Batu Pecah (Split) dan Agregat Kasar Batu Alam Sungai Noling,” J. Ilm. Ecosyst., vol. 24, no. 1, pp. 47–54, 2024, doi: 10.35965/eco.v24i1.4188.
[5] R. Knaofmone, A. Asrial, and J. J. Messakh, “Studi Perbandingan Kuat Tekan Beton Dengan Agregat Alami Dan Batu Pecah,” J. Batakarang, vol. 3, no. 1, pp. 12–18, 2022.
[6] K. Tjokrodimuljo, Teknologi Beton. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2007.
[7] S. Amri, Teknologi Beton A -Z, Jakarta. Yayasan John Hi-Tech IDETAMA, 2005.
[8] A. Sulfanita, I. Fadly, M. Syahril, and A. S. N. Ruslan, “Studi Eksperimen Pengujian Kuat Tekan Beton Pasca Bakar terhadap Beton Normal,” J. Ilm. Univ. Batanghari Jambi, vol. 23, no. 2, pp. 1199–1205, 2023.
[9] A. K. Tangnga, S. Sariman, and F. Lebang, “Analisis Penggunaan Agregat Buntu Barana’ Sebagai Agregat Kasar dengan Penambahan Zat Tambah Betonmix Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton,” J. Penelit. Tek. Sipil Konsolidasi, vol. 1, no. 3, pp. 209–215, 2023, doi: 10.56326/jptsk.v1i3.1776.
[10] A. Alrizki, R. Aprillia, and W. Mukhtar, “Analisis Karakteristik Agregat Kasar Sebagai Material Campuran Beton Di Pt . Batu Prima Persada,” J. Untan, vol. 11 (3), pp. 1–7, 2024.
[11] R. M. Mujur, J. Jasman, and H. Hamsyah, “Perbandingan Uji Kuat Tekan Beton Menggunakan Agregat Kasar Pecah Manual Dengan Agregat Kasar Pecah Pada Mesin,” J. Karajata Eng., vol. 4, no. 1, pp. 15–21, 2024, doi: 10.31850/karajata.v4i1.3116.
[12] A. W. Abzarih, “Pengaruh Perbandingan Agregat Kasar Batu Pecah (Split) Dan Agregat Kasar Batu Alami Desa Ngapaea Kabupaten Buton Utara,” J. Media Inov. Tek. Sipil UNIDAYAN, vol. 8, no. 2, pp. 125–135, 2019.
[13] S. N. Indonesia, Cara Uji Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Silinder, SNI 1974-2011. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional, 2011.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arfan Abdullah, Jasman, Hendro Widarto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









