ANALISA KAPASITAS AIR BERSIH DAN AIR KOTOR BERDASARKAN SNI 8153-2015 PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT (STUDI KASUS : RUMAH SAKIT PRIME CARE SAMARINDA)
DOI:
https://doi.org/10.51135/yqth7p07Keywords:
metode unit beban alat plumbing, pipa air buangan, instalasi air limbah.Abstract
Dalam Tugas Akhir ini membahas tentang analisa kebutuhan air bersih dan air kotor yang dihasilkan, kapasitas instalasi air limbah serta komparasi diameter pipa air buangan perencanaan dengan diameter pipa air buangan berdasarkan analisa dengan Metode Unit Beban Alat Plumbing, dimana analisa ini fokus pada diameter pipa air buangan seluruh lantai dan kapasitas instalasi air limbah rencana yang mengalami kelebihan kapasitas.
Analisa ini didasarkan sesuai dengan metode Unit Beban Alat Plumbing dengan komponen diameter perencanaan pipa air buangan dianalisa ulang sesuai dengan koefisien dari fungsi sanitair. Sedangkan, kapasitas instalasi air limbah dianalisa ulang sesuai dengan luas efektif lantai. Perhitungan komponen pipa air buangan dan kapasitas instalasi air dianalisa ulang berdasarkan Metode Unit Beban Alat Plumbing.
Berdasarkan hasil yang didapat, analisa dengan metode Unit Beban Alat Plumbing membuktikan diperlukannya evaluasi pada diameter pipa air kotor perencanaan dan kapasitas instalasi air limbah. Berdasarkan hasil yang didapat, analisa dengan metode Unit Beban Alat Plumbing membuktikan diperlukannya evaluasi pada diameter pipa air kotor yaitu pada pipa grey water segmen 5, 6, 7, dan 8 pada lantai 1, pipa grey water lantai 2 di semua segmen dan pipa black water di segmen 4, pipa grey water lantai 3 segmen 2 dan 4 dan pipa grey water lantai 5 segmen 1 dan 2 serta evaluasi pada kapasitas instalasi air limbahnya karena ukuran yang direncanakan pada DED belum memenuhi standar.
Downloads
References
[1] Badan Standarisasi Nasional, 2005. SNI 03-7065 : Tata Cara Perencanaan Sistem Plumbing.
[2] Badan Standarisasi Nasional, 2015. SNI 8153 : Sistem Plumbing Pada Bangunan Gedung.
[3] Imamuddin, M., & Mochammad, P. S. (2019). Analisis Kebutuhan Air Bersih dan Air Kotor (Study Kasus Kompleks Perumahan Taman Sari Persada, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor).
[4] Kemenkes RI.2020. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kemenkes RI.
[5] Komala, P. S., Abuzar, S., & Zikra, Z. 2016. Perancangan Sistem Plumbing Air Bersih Gedung Fave Hotel Padang. Dampak, 13(2), 89-99.
[6] Noerbambang, S., & Morimura, T. 2005. Perencanaan dan Pemeliharaan Sistem Plumbing. Jakarta: Pradnya Paramita.
[7] Novarizal, F. V., Pharmawati, K., & Nurprabowo, A. (n.d) Perencanaan Sistem Plambing Air Bersih dan Air Limbah di Rumah Sakit X Bandung. Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan, 8(1).
[8] PT Recta. 2024. Data Proyek Pembangunan Rumah Sakit Prime Care Samarinda.
[9] Rakhim, A., Nurnawaty, N., Sophian, R., & Rahman, H. F. 2020. Analisa Distribusi Air Bersih Pada Sistem Perpipaan Gedung Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar. Teknik Hidro, 13(2), 47-56.
[10] Sudrajat, D. F., Dhokhikah, Y., & Badriani, R. E. (2022). Analisis Sistem Plambing Air Bersih dan Air Buangan pada Proyek Pembangunan Integrated Laboratory for Engineering Biotechnology.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Diana Indriyani, Diva Umi Hanik, Eko Muliawan Satrio

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









