ANALISA DAYA DUKUNG AIR DAN PERENCANAAN SUMBER MATA AIR BARU DI KAWASAN UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.51135/3dkb2z05Keywords:
kekeringan,karst, Instalasi pipa,WTPAbstract
Secara klimatalogi, kondisi lokasi penelitian mengalami intensitas hujan yang cukup tinggi.Sementara itu kondisi morfologi lokasi penelitian berada pada geomorfologi daerah Hambalang yang terbentuk dari perbukitan karst curam. kondisi ini memunculkan permasalahan kekeringan dan kelangkaan air tawar permukaan, yang menjadi syarat utama dalam pembangunan berkelanjutan. Walaupun sering turun hujan, sungai di kawasan ini relatif kering dan groundwater pada kawasan ini sulit ditemukan. Lokasi penelitian kali ini berada pada kawasan kampus Universitas Pertahanan, melihat dan mengamati bagaimana pemenuhan air untuk keperluan kadet (sebutan mahasiswa Universitas Pertahanan), selain untuk operasional kampus, juga untuk 4 lokasi mess yang berbeda beda. Untuk mengatasi permasalah tersebut Sebagai langkah dari menjaga ketahanan air maka penulis menyarankan untuk dibangun suatu tampungan air yakni Water Treatment Planning (WTP) baru yang akan berfungsi menampung air dan sebagai transit reservoir dari transmisi perpipaan kawasan. Pada penelitian ini juga penulis menemukan 2 sumber mata air baru yang selanjutnya juga dikembangkan menjadi salah satu sarana dan prasarana dalam penyediaan air bersih, yakni melalui sistem perpipaan yang baik, sehingga perencanaan jalur transmisi yang efisien sangatlah diperlukan. Dengan karakteristik curah hujan yang tinggi, pada kondisi Geomorfologi Karst perlu direncanakan Desain dan Model sistem pengendalian ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan.
Downloads
References
[1] BSN. (2005). SNI 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing.
[2] BSN. (2011). SNI 7509:2011 tentang Tata Cara Perencanaan Teknik Jaringan Distribusi dan Unit Pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum
[3] Hatmoko, W., et al. (2012). Neraca Ketersediaan dan Kebutuhan Air pada Wilayah Sungai di Indonesia. Jakarta: Puslitbang SDA PU.
[4] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
[5] Bahan Ajar, Eko Haryono Tjahyo Nugroho Adji. GEOMORFOLOGI DAN HIDROLOGI KARST.
[6] Dian Wahyu Wulandari (2010), Pola Wilayah Kerentanan AirTanah Dangkal Terhadap Pencemaran di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sadri Faluth S, Anasya Arsita L., Erif Syakhertra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









