ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU PECAH DAN KERIKIL ALAMI SUNGAI WAI MALINO PAROMBEAN KABUPATEN ENREKANG
DOI:
https://doi.org/10.51135/z7ssfv11Keywords:
kerikil pecah, kerikil alami, kuat tekan beton, gradasi butiran, metode eksperimentalAbstract
Sungai Wai Malino di Kabupaten Enrekang merupakan sumber kerikil alami yang melimpah dan berpotensi dimanfaatkan dalam konstruksi beton. Namun, variasi kualitas kerikil, meliputi ukuran, bentuk, dan kebersihan, dapat memengaruhi kekuatan tekan beton, sehingga menjadi tantangan dalam menjamin mutu dan keandalan struktur. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik kerikil pecah dan kerikil alami, serta menganalisis kuat tekan beton yang dihasilkan dari kedua jenis agregat tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium Struktur dan Bahan, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerikil pecah memiliki berat jenis lebih tinggi, kadar lumpur dan air lebih rendah, serta gradasi kasar, menghasilkan kuat tekan beton tertinggi sebesar 26,270 MPa. Kerikil alami memiliki bentuk lebih bulat dan gradasi halus yang mempermudah pengerjaan, namun kuat tekannya lebih rendah, yaitu 23,071 MPa. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kerikil pecah lebih efektif dalam meningkatkan kuat tekan beton.
Downloads
References
[1] F. Zega, A. Telaumbanua, A. Telaumbanua, and E. B. Harefa, “Analisis Uji Kuat Tekan Beton Menggunakan Agregat Lokal di Sungai Bogali Desa Hilisalo’o Kecamatan Sitolu Ori,” J. Tek. Sipil dan Teknol. Konstr., vol. 10, no. 2, pp. 142–152, 2024, doi: 10.35308/jts-utu.v10i2.10199.
[2] S. Amri, Teknologi Beton A -Z, Jakarta. Yayasan John Hi-Tech IDETAMA, 2005.
[3] M. Mustakim, H. Hairil, and Y. Yanas, “Karakteristik Beton Menggunakan Agregat Kasar Sungai Karawa Kabupaten Pinrang,” J. Karajata Eng., vol. 1, no. 1, pp. 35–41, 2021, doi: 10.31850/karajata.v1i1.684.
[4] M. R. Adriansyah, “Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton Antara Campuran Agregat Kasar Batu Pecah (Split) dan Agregat Kasar Batu Alam Sungai Noling,” J. Ilm. Ecosyst., vol. 24, no. 1, pp. 47–54, 2024, doi: 10.35965/eco.v24i1.4188.
[5] R. Knaofmone, A. Asrial, and J. J. Messakh, “Studi Perbandingan Kuat Tekan Beton Dengan Agregat Alami Dan Batu Pecah,” J. Batakarang, vol. 3, no. 1, pp. 12–18, 2022.
[6] K. Tjokrodimuljo, Teknologi Beton. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2007.
[7] A. Sulfanita, I. Fadly, M. Syahril, and A. S. N. Ruslan, “Studi Eksperimen Pengujian Kuat Tekan Beton Pasca Bakar terhadap Beton Normal,” J. Ilm. Univ. Batanghari Jambi, vol. 23, no. 2, pp. 1199–1205, 2023.
[8] A. K. Tangnga, S. Sariman, and F. Lebang, “Analisis Penggunaan Agregat Buntu Barana’ Sebagai Agregat Kasar dengan Penambahan Zat Tambah Betonmix Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton,” J. Penelit. Tek. Sipil Konsolidasi, vol. 1, no. 3, pp. 209–215, 2023, doi: 10.56326/jptsk.v1i3.1776.
[9] A. Alrizki, R. Aprillia, and W. Mukhtar, “Analisis Karakteristik Agregat Kasar Sebagai Material Campuran Beton Di Pt . Batu Prima Persada,” J. Untan, vol. 11 (3), pp. 1–7, 2024.
[10] R. M. Mujur, J. Jasman, and H. Hamsyah, “Perbandingan Uji Kuat Tekan Beton Menggunakan Agregat Kasar Pecah Manual Dengan Agregat Kasar Pecah Pada Mesin,” J. Karajata Eng., vol. 4, no. 1, pp. 15–21, 2024, doi: 10.31850/karajata.v4i1.3116.
[11] A. W. Abzarih, “Pengaruh Perbandingan Agregat Kasar Batu Pecah (Split) Dan Agregat Kasar Batu Alami Desa Ngapaea Kabupaten Buton Utara,” J. Media Inov. Tek. Sipil UNIDAYAN, vol. 8, no. 2, pp. 125–135, 2019.
[12] S. N. Indonesia, Cara Uji Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Silinder, SNI 1974-2011. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional, 2011.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Herdiansyah, Andi Sulfanita, Mustakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









