EVALUASI KINERJA ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) MODIFIKASI DENGAN LIMBAH GENTENG DAN SERAT SELULOSA

Authors

  • Fenny Eka Agustiya Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung
  • Arifiandani Putri Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung
  • Juny Andry Sulistyo Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung

DOI:

https://doi.org/10.51135/955z7x80

Keywords:

AC-WC, Marshall, Serat Selulosa, Limbah Genteng

Abstract

Perkerasan jalan umunnya menggunakan lapisan AC-WC sebagai lapisan aus atau lapisan permukaan pada konstruksi jalan. Seiring berjalannya waktu meningkatnya volume lalu lintas dan kondisi lingkungan yang semakin buruk, limbah genteng (subtitusi abu batu) dan serat selulosa dijadikan bahan tambah pada campuran AC-WC. Penambahan bahan campuran diharapkan dapat meningkatkan performa dan memenuhi kriteria Marshall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginovasi material subtitusi dan bahan tambah ke dalam campuran aspal, dengan harapan dapat memenuhi spesifikasi parameter-parameter Marshall. Penelitian eksperimen merupakan metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini dan pembuatan benda uji serta pengujian Marshall. Benda uji dibuat dengan kadar limbah genteng (0%, 2%, 4%, 6%) dan serat selulosa dengan kadar (0%, 2%, 4%, 6%). Job Mix Design terbaik modifikasi subtitusi limbah genteng dan penambahan serat selulosa ialah kombinasi limbah genteng 2% dan serat selulosa 6% (B6%) dengan hasil; (VMA 27.00); (VIM 4.42); (VFB 83.63); (Stabilitas 998.06); (Flow 3,07); (Marshall Quotient 325,45) yang berpengaruh juga pada sifat campuran AC-WC dari hasil nilai stabilitas Marshall.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Standardisasi Nasional. (2011). Cara uji berat jenis aspal keras, SNI 2441:2011. Badan Standardisasi Nasional.

[2] Badan Standardisasi Nasional. (2012). Metode uji bahan yang lebih halus dari saringan 75 micron-meter ( No . 200 ) dalam agregat mineral dengan pencucian (ASTM C117–2012, IDT). Society, 79(200), 11598–11606.

[3] Badan Standarisasi Nasional. (n.d.). SNI BERAT JENIS & PENYERAPAN AGREGAT HALUS (SNI 1970;2016).pdf.

[4] Badan Standarisasi Nasional. (2011). SNI 2434:2011 Cara Uji Titik Lembek Aspal dengan Alat Cincin dan Bola (Ring and Ball). Badan Standardisasi Nasional, 1–11.

[5] Bina Marga. (2003). Rsni M- 01-2003. Metode Pengujian Campuran Beraspal Panas Dengan Alat Marshall, 1–18.

[6] Bina Marga. (2010). Spesifikasi umum 2010. Direktorat Jendral Bina Marga, 2010(Revisi 3), 1–6.

[7] Hermadi, M., & Sjahdanulirwan, M. (2008). Usulan spesifikasi campuran beraspal panas asbuton lawele untuk perkerasan jalan. Jurnal Jalan - Jembatan, 25(3), 327–349.

[8] Ikhlas, A. R., & Anif, B. V. (2018). PENGARUH SUBSITUSI LIMBAH GENTENG SEBAGAI FILLER DALAM CAMPURAN ASPAL BETON AC – WC. 171–172.

[9] Yasruddin. (2019). Studi karakteristik campuran lapis tipis aspal pasir kelas A dengan penambahan serat selulosa roadcell-50. 2, 80–95.

[10] Zahrani, S. K., & Rahmawati, T. A. (2024). Tugas akhir analisis asphalt concrete wearing coarse (ac-wc) porous dengan bahan tambah serat selulosa dan rubber.

Downloads

Published

29-04-2025

Issue

Section

Artikel

How to Cite

EVALUASI KINERJA ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) MODIFIKASI DENGAN LIMBAH GENTENG DAN SERAT SELULOSA. (2025). Jurnal Teknik SILITEK, 5(01), 294-302. https://doi.org/10.51135/955z7x80

Similar Articles

1-10 of 88

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>